Belajar merdeka dari Bung Karno

Jejak Bung Karno mudah ditemukan di Blitar. Dari monumen, patung, museum, hingga makam sang Proklamator. Dari jejak itu, ada satu pelajaran yang bisa dibawa pulang: kemerdekaan bukan garis akhir, melainkan kesempatan untuk menentukan arah kehidupan sebagai bangsa dan sebagai manusia merdeka.

Blitar, Jatim (Rumah Simbah)-Blitar menyimpan banyak jejak Soekarno. Patung sang Proklamator berdiri di sejumlah ruang publik, kisah perjuangannya tersimpan di museum, sementara makamnya menjadi salah satu tempat yang terus didatangi masyarakat dan wisatawan.

Jejak-jejak itu membawa kita kembali pada satu pertanyaan: setelah merdeka, lalu apa?

Bung Karno pernah menyebut kemerdekaan sebagai jembatan emas. Kemerdekaan membuka jalan bagi bangsa Indonesia untuk meninggalkan penjajahan dan menyusun kehidupan yang lebih baik di seberangnya.

Dengan begitu, kemerdekaan memiliki pekerjaan lanjutan. Ada kesempatan untuk belajar, berkarya, berdikari, serta menentukan arah kehidupan sendiri.

Semangat itu terasa dalam berbagai aktivitas masyarakat hari ini. Di Kecamatan Garum, misalnya, anak-anak mengikuti lomba baris-berbaris dalam suasana peringatan kemerdekaan. Mereka belajar disiplin, bekerja dalam kelompok, dan melangkah bersama.

Hal-hal sederhana semacam itu menjadi bagian dari cara generasi hari ini mengisi kemerdekaan.

Perjuangan merebut kemerdekaan memang telah menjadi sejarah. Sementara belajar menjadi manusia merdeka merupakan pekerjaan yang terus berlangsung.

Dari Blitar, kita belajar merdeka dari Bung Karno.(Sizuka)

Leave a Reply