Wahana berkarya kita semua

Pintu

Perlakukan pintu sebagaimana mestinya, pintu Geser jangan didorong, pintu Dorong jangan diTarik

Rumput

Aku adalah rumput liar, diinjak tidak mati, dicabut tumbuh lagi

Lampu

Jadilah lampu penerang yang selalu memberi inspirasi di manapun kamu berada

Petuah Simbah

Ciptakan ladangmu sendiri

Bekerja dan memiliki penghasilan tidak serta-merta membuat seseorang merasa puas dan bahagia. Bukannya tidak bersyukur dibandingkan orang yang menganggur, tetapi manusia juga butuh hal lain dalam meniti karier.

Seperti kebutuhan akan penghargaan, lingkungan kantor yang sehat, rekan-rekan kerja yang saling mendukung, atasan yang memberi tantangan dan tak lupa mengapresiasi ketika tantangan itu berhasil diselesaikan dengan baik.

Sebuah lingkungan kerja yang memungkinkan kamu tumbuh, berkembang, dan terus menghebat. Jika kamu bekerja bertahun-tahun hanya begitu-begitu saja, tidak mengalami kemajuan apa-apa, pasti ada yang salah.

Pikirkanlah, di mana letak salahnya. Apakah pada dirimu sendiri yang memang bukan seorang pembelajar sehingga sulit bertumbuh, atau ruang kerjamu yang tidak memberi peluang untuk berkembang.

Tempat kerja yang sehat akan membuatmu giat ketika berangkat dan gembira selama bekerja. Bila yang kamu rasakan tidak demikian, maka tinggalkanlah tempat yang membuatmu tertekan karena sungguh itu tidak sehat, baik untuk fisik apalagi jiwamu.  

Terkadang, Tuhan sengaja membenturkanmu pada kondisi yang tidak mengenakkan agar kamu beralih memikirkan hal lain yang lebih prospektif. Segera ciptakan ladangmu sendiri, ketika berkarya di ladang bersama tak menjadikanmu berharga. Karena setiap pejuang, pantas untuk menang!

Tahu berterima kasih

Ilustrasi memberi bantuan (Rumah Simbah/Meta AI) Petuah Simbah Sungguh banyak orang yang membutuhkan pertolongan, tapi hanya sedikit yang pantas untuk ditolong. Jika tidak mampu menolong

Read More »

Sembunyikan ibadahmu

Ilustrasi – Seorang perempuan mengaji di ruang tunggu rumah sakit di Jakarta Pusat. (Rumah Simbah/Siz) Petuah Simbah “Apa Tuhan saja tak cukup menjadi saksi ibadah

Read More »

Pandai membawa diri

Ilustrasi – Adab bertamu. (Rumah Simbah/Meta AI) “Jadilah orang, yang kedatangannya dinantikan dan kepergiannya disayangkan. Kamu bisa berkualifikasi seperti itu, bila memiliki kepandaian membawa diri”

Read More »

Petuah Simbah

Ilustrasi kaum rebahan. (Meta AI) Tiga jangan untuk kalian yang ingin sukses Suka menunda, buang-buang waktu dan berprespektif negatif adalah tiga “penyakit” yang mesti dihindari

Read More »

Bersyukur tanpa syarat

“Misal ada yang mau menukar sepasang kakimu dengan Rubicon, maukah?” Banyak orang baru merasa bersyukur setelah melihat kondisi orang lain yang lebih buruk. Seperti tatkala

Read More »

Menjadilah remaja yang memesona

Ilustrasi-Para remaja dalam keseruan bermain bersama teman-teman sebaya. (Rumah Simbah/Siz) Banyak remaja kehilangan pesonanya karena mereka hanya cerdas di bidang akademik, tetapi minus dalam hal

Read More »

Pelit pangkal miskin

Untuk apa menggenggam erat harta kekayaan padahal itu semua tak bakal dibawa ke kuburan. Menumpuk harta dan menyimpannya baik-baik, tidak serta-merta membuat seseorang menjadi kaya.

Read More »

Hobi nguri-uri sakit hati

Hobi nguri-uri sakit hati Ada sebagian orang yang sulit sekali merasa bahagia karena memiliki hobi tak semestinya. Apakah hobi unik tersebut? Ialah menguri-uri sakit hati,

Read More »
Rumah Simbah, tempat kabur paling nyaman

5 Oktober 2024 bukan hanya menjadi tanggal perayaan HUT ke-79 TNI, hari itu juga menjadi momen kehadiran “Rumah Simbah” di Kawasan Parung, Bogor, Jawa Barat. Peluncuran Rumah Simbah ditandai dengan acara syukuran bersama warga setempat dan sejumlah masyarakat dari daerah sekitar.

Rumah Simbah yang hadir di dunia virtual dan dunia nyata mengusung dua program utama yakni sebagai rumah singgah dan rumah belajar. Kedua program itu ditawarkan kepada masyarakat luas tanpa dipungut biaya alias gratis.

 

Rumah singgah dengan tagline “Yang lelah boleh singgah” dimaksudkan untuk melakukan pendampingan bagi mereka yang tengah dilanda masalah kehidupan sosial, agar tak sampai mengalami gangguan kesehatan mental.

Sebagaimana kita ketahui saat ini Indonesia tengah mengalami darurat kesehatan mental dengan angka bunuh diri akibat depresi yang semakin tinggi. Maka rumah singgah ini ingin hadir sebagai bengkel mental. Bukan untuk mengambil peran psikiater yang mampu memberi terapi, namun sekadar menjadi pendamping, teman bicara, pendengar curhat, dan memberi penghiburan.

Sementara rumah belajar akan mengembangkan konsep jurnalisme warga agar jurnalistik menjadi ilmu terapan inklusif yang dapat dienyam oleh semua kalangan masyarakat. Dengan begitu pada gilirannya “Siapa saja bisa menjadi Pewarta” dan konten media sosial tidak lagi ‘nyampah’ ketika para warganet telah terliterasi dengan baik.

Sistem pembelajaran bersifat privat atau kelompok kecil dengan jadwal dan durasi belajar yang disepakati, dan materi disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Bagi peserta yang datang dari luar kota boleh menginap di Pondok Simbah yang juga disediakan secara cuma-cuma.

Kalian yang sedang rindu akan sosok nenek, bisa kabur ke Rumah Simbah untuk melepas lelah atau belajar jurnalistik. Di sana ada Simbah yang bisa kamu anggap sebagai nenek sendiri.