

Bogor (Rumah Simbah) – Sehari menjelang pelantikan Presiden Prabowo Subianto, ada keseruan yang berlangsung di Rumah Simbah pada Sabtu malam. Program “Sinau Bareng Simbah” menyelenggarakan kelas perdana bertema: “Literasi medsos dan belajar basic jurnalistik”.
Kegiatan diikuti belasan anak muda dari berbagai daerah yang merupakan anggota Tim Media Yayasan Indah Berbagi (YIB). Mereka belajar secara luring di Pondok Simbah, sedangkan peserta lain dari luar kota mengikuti kelas ini secara daring. Hadir pula dalam pembukaan acara Ketua Karang Taruna Desa Jabon Mekar, Rendi.
Dalam forum belajar gratis berdurasi sekitar 2 jam itu Simbah menyampaikan materi pertama berupa ilustrasi tentang Sudut Pandang atau Perspektif, kemudian mengupas masalah media sosial terkait perilaku warganet +62 dalam bermedsos, bagaimana mengisi unggahan medsos agar lebih berkualitas dan bermanfaat sebagai sumber edukasi dan inspirasi.
Pada sesi kedua dalam pembelajaran dasar jurnalistik, disampaikan tentang kriteria berita, bagaimana etika berbagi informasi, kategori, standar, dan jenis berita, serta pengetahuan dasar masing-masingnya yaitu berita tulis, audio, foto dan audio visual (televisi).
Peserta tampak antusias mengikuti pembelajaran, selain mencatat semua materi yang disampaikan, mereka juga mengajukan berbagai pertanyaan menarik, karena dalam kesehariannya mereka juga berpraktik ke lapangan meliput berbagai kegiatan untuk mengisi konten media yayasan.
Sesi belajar diakhiri saat adzan maghrib, setelahnya para peserta diajak mempersiapkan sajian makan malam dengan bakar ikan. Kemudian makan malam digelar secara kenduri seraya menyaksikan tontotan film layar tancap di halaman Rumah Simbah.

Amarah “Bu Tejo” tumpah di Titik Nol Yogya
Kegelisahan terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tak kunjung padam membawa sekelompok perempuan ke Titik Nol Yogyakarta. Bersama seniman, aktivis, dan warga, mereka

Menengok peninggalan Ahok di Untung Jawa
Lebih dari satu dekade sejak diresmikan, RPTRA Amiterdam di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, masih berdiri terawat dengan beragam fasilitas publik. Ruang terbuka yang diresmikan

Sejauh pajak mengejar rakyat
Pajak menjadi salah satu sumber utama penerimaan negara untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik. Namun, ketika penghasilan, konsumsi, kepemilikan aset, hingga aktivitas usaha bersinggungan dengan

Gelaran Festival Bulan Bahasa di Hari Sumpah Pemuda
SDN Baktijaya 1, Kota Depok, Jawa Barat, menggelar Festival Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10), dengan beragam perlombaan literasi dan pertunjukan seni

Mari Frustrasi!
Pelemahan rupiah, gejolak pasar saham, penanganan bencana, hingga polemik kebijakan pemerintah menjadi sumber kegelisahan publik. Di tengah persoalan yang berlapis, pertengkaran elite politik dan pernyataan

Mangrove, penjaga garis depan lautan
Hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir. Vegetasi yang tumbuh di antara daratan dan lautan ini membantu meredam energi gelombang, mengurangi erosi pantai

Indonesia surga koruptor
Berbagai persoalan dalam pemberantasan korupsi, mulai dari efek jera hukuman, wacana penafsiran pasal, hingga belum diundangkannya Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, memunculkan pertanyaan tentang keseriusan negara

Santri ngaji teknologi, terkoneksi akal budi
Pesantren terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Selain mengkaji kitab kuning, santri kini juga berkenalan dengan komputer, robotik, hingga kecerdasan artifisial. Namun, kemajuan teknologi perlu berjalan

Sebongkah ego dalam sebatang sawit
Kebakaran hutan dan lahan kembali mengingatkan manusia tentang rapuhnya keseimbangan alam. Di lahan gambut, pengeringan untuk kepentingan budidaya, termasuk perkebunan sawit, dapat meningkatkan kerentanan terhadap

Bisnis Pemilu
Genap dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, perbincangan mengenai Pemilu 2029 sudah marak. Di tengah agenda pemerintahan yang masih panjang,

Gemar Makar
Demokrasi bukan sekadar perebutan kekuasaan setiap lima tahun. Di tengah desakan pemakzulan yang kembali mengemuka, muncul pertanyaan tentang kebiasaan politik yang terus menggoyang kepemimpinan karena

Beban yang ditanggung Bali
Riuh seruan “Boikot Bali” di media sosial membuka kembali perbincangan tentang pariwisata Pulau Dewata. Di balik pesonanya sebagai destinasi kelas dunia, Bali menghadapi tantangan menjaga
