Lebih dari satu dekade sejak diresmikan, RPTRA Amiterdam di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, masih berdiri terawat dengan beragam fasilitas publik. Ruang terbuka yang diresmikan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, pada 2015 tersebut hingga kini masih dimanfaatkan masyarakat untuk belajar, bermain, dan berkegiatan bersama.
Kepulauan Seribu, Jakarta (Rumah Simbah)-Lebih dari satu dekade sejak diresmikan, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Amiterdam di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, masih berdiri terawat dengan beragam fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
RPTRA tersebut diresmikan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, pada 10 Oktober 2015. Pembangunannya merupakan bagian dari program pengembangan ruang publik yang digencarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Pembangunan Jaya.
Berada di kawasan permukiman Pulau Untung Jawa, RPTRA Amiterdam menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari rumah baca, rumah pohon, area bermain anak, gazebo, hingga taman hati PKK dan taman gizi.
Tersedia pula kolam ikan mini dan kebun sayuran yang dapat menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat.
Keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk kegiatan rekreasi. RPTRA juga menjadi ruang bagi warga untuk melakukan berbagai aktivitas sosial dan edukasi.
Dalam kunjungan Rumah Simbah pada hari kerja, belasan anak terlihat memanfaatkan balai RPTRA untuk belajar kelompok. Sementara itu, pada malam hari, gazebo di kawasan tersebut digunakan sekelompok pemuda Karang Taruna untuk berlatih hadroh.
Aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat mengakomodasi beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari kegiatan belajar anak hingga pengembangan kreativitas generasi muda.
Kondisi RPTRA Amiterdam yang bersih dan terawat menjadi salah satu hal menarik dari keberadaan fasilitas tersebut. Lebih dari sepuluh tahun setelah diresmikan, ruang publik ini masih memiliki fungsi bagi kehidupan masyarakat Pulau Untung Jawa.
Keberlanjutan pemanfaatannya tentu tidak terlepas dari peran pemerintah setempat, pengelola, serta masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas yang tersedia.(Sizuka)

