Tentang orangutan Kalimantan

Di tengah hutan Kalimantan yang terus berubah, orangutan menjalani perjalanan panjang untuk bertahan hidup. Ada yang masih bergelayut bebas di pucuk-pucuk rimba, ada yang ditemukan telantar akibat kehilangan habitat, hingga ada yang dirawat bertahun-tahun sebelum akhirnya dilepasliarkan kembali ke alam. Melalui rangkaian dokumentasi ini, Rumah Simbah mengajak penonton menyusuri kisah tentang orangutan, hutan, dan harapan yang masih tersisa.

Palangka Raya, Kalteng (Rumah Simbah)-Hutan Kalimantan menyimpan salah satu kehidupan liar paling penting di dunia. Di antara pepohonan tinggi dan rimba tropis yang lebat, orangutan hidup, tumbuh, dan membesarkan anak-anak mereka selama bertahun-tahun.

Nama orangutan sendiri berasal dari gabungan kata “orang” dan “hutan”, yang dalam bahasa Melayu lama berarti “manusia dari hutan”. Sebutan itu terasa begitu dekat dengan kehidupan mereka yang memiliki banyak kemiripan dengan manusia, mulai dari cara belajar, mengasuh anak, hingga membangun ikatan emosional.

Namun dalam beberapa dekade terakhir, perubahan besar terjadi di bentang hutan Kalimantan. Pembukaan lahan, pembangunan jalan, pertambangan, hingga kebakaran hutan membuat ruang hidup orangutan semakin terdesak. Akibatnya, tidak sedikit orangutan ditemukan sendirian, terpisah dari induknya, bahkan memasuki area kebun dan permukiman warga.

Di sisi lain, upaya penyelamatan dan rehabilitasi terus dilakukan oleh para petugas konservasi dan relawan. Orangutan yang terluka atau kehilangan habitat dirawat di pusat rehabilitasi sebelum dipersiapkan untuk kembali ke alam liar.

Proses itu tidak singkat. Ada orangutan yang harus menjalani karantina, belajar kembali memanjat, mencari makan, hingga beradaptasi sebelum akhirnya dilepasliarkan ke hutan yang masih tersisa.

Melalui dokumentasi visual dari Kalimantan, Rumah Simbah mencoba menghadirkan potongan-potongan kisah tentang hubungan manusia dan alam yang terus berubah. Sebab cerita orangutan sesungguhnya bukan hanya tentang satwa liar, tetapi juga tentang hutan yang perlahan menyempit, dan harapan agar kehidupan di dalamnya tetap bertahan.(Redy)

Merawat yang terluka, menenangkan yang trauma.(Rumah Simbah/Redy)
Mengajarkan bagaimana orangutan mampu menjalani kehidupan di alam.(Rumah Simbah/Redy)
Mengantar pulang orangutan ke alam. (Rumah Simbah/BOS Foundation)

Leave a Reply