Menjaga jamaah tak terpisah

Di tengah jutaan jamaah yang memadati Masjidil Haram, risiko terpisah dari rombongan menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan, terutama bagi para lansia. Karena itu, para petugas haji Seksus Haram tidak hanya bertugas memberi arahan teknis, tetapi juga hadir membantu jamaah yang kelelahan, kebingungan, hingga tertinggal saat beribadah.

Makkah, Saudi Arabia (Rumah Simbah)-Di tengah jutaan langkah manusia yang memadati Masjidil Haram, ada satu hal yang paling dikhawatirkan banyak jamaah haji, terutama para lansia: terpisah dari rombongan.

Karena itu, setibanya di Terminal Ajiyad, para jamaah diingatkan untuk memperhatikan sejumlah hal penting sebelum memasuki area Masjidil Haram. Komandan Unit 2 Tim 1 Seksus Haram Djaenal Sukarno meminta jamaah menyiapkan Kartu Nusuk untuk mempermudah proses pengecekan saat masuk ke area Masjidil Haram. Mereka juga perlu mengingat nama terminal dan nomor bus yang digunakan agar tidak kebingunan saat kembali.

Imbauan itu terdengar sederhana, tetapi menjadi sangat penting di tengah lautan manusia yang bergerak hampir tanpa henti. Dalam situasi padat seperti itu, seseorang bisa saja tertinggal hanya dalam hitungan menit.

Dan hal itu benar-benar terjadi.

Seorang jamaah lansia dilaporkan kelelahan setelah baru menyelesaikan dua putaran thawaf. Kakinya sakit dan ia terpisah dari rombongannya di tengah keramaian Masjidil Haram.

Petugas haji Seksus Haram kemudian membantu mengevakuasi jamaah tersebut dengan menggendongnya melewati padatnya arus jamaah. Dalam dokumentasi pelayanan lainnya, petugas juga terlihat membantu mendorong kursi roda, mengurut kaki jamaah yang kesakitan, hingga memberikan informasi kepada para jamaah yang membutuhkan.

Di tengah suasana ibadah yang dipenuhi jutaan manusia dari berbagai negara, pelayanan seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan jamaah.

Sebab di Tanah Suci, ibadah bukan hanya soal menuju Ka’bah, tetapi juga tentang menjaga agar tidak ada jamaah yang tertinggal.(Wendy)

Leave a Reply