Melayani tamu Alloh

Di tengah padatnya Masjidil Haram dan jutaan langkah jamaah haji, ada petugas yang bekerja bukan untuk terlihat, melainkan memastikan orang lain tetap bisa beribadah dengan aman dan tenang. Mulai dari membantu lansia yang kelelahan, mendorong kursi roda, hingga mengajarkan cara meredakan pegal di tubuh jamaah. Para petugas haji Seksus Haram menjadi bagian dari wajah pelayanan yang sering luput dari perhatian.

Makkah, Saudi Arabia (Rumah Simbah)- Di balik padatnya Masjidil Haram, ada petugas yang membantu jamaah tetap bisa beribadah. Di tengah jutaan langkah manusia yang bergerak menuju Baitullah, ada orang-orang yang justru sibuk memastikan orang lain tetap bisa berjalan.

Mereka adalah petugas haji Seksus Haram atau Seksi Khusus Masjidil Haram, unit pelayanan yang bertugas membantu jamaah di area Masjidil Haram yang padat dan penuh aktivitas selama musim haji.

Saat banyak jamaah fokus menjalankan ibadahnya masing-masing, para petugas ini justru hadir membantu jamaah lain yang kelelahan, terutama para lansia. Mulai dari mendorong kursi roda, menuntun langkah jamaah yang mulai goyah, hingga membantu meredakan pegal di tubuh jamaah yang letih setelah menjalani rangkaian ibadah.

Dalam sejumlah dokumentasi pelayanan, para petugas terlihat sigap membantu jamaah yang kesulitan berjalan di tengah padatnya arus manusia di Masjidil Haram. Ada pula petugas yang dengan sabar mendampingi jamaah yang kebingungan atau terpisah dari rombongannya.

Pekerjaan mereka mungkin terlihat sederhana. Namun di tempat yang dipenuhi jutaan manusia dari berbagai negara, dengan suhu yang menyengat dan aktivitas ibadah yang berlangsung hampir tanpa henti, kesabaran menjadi tenaga yang paling menguras.

Pelayanan semacam ini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama bagi jamaah lansia yang membutuhkan bantuan saat menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Di tengah lautan manusia yang datang untuk beribadah, ada tangan-tangan yang bekerja demi membantu orang lain tetap bisa menunaikan ibadahnya.

Sebab di Tanah Suci, membantu orang lain agar tetap bisa beribadah mungkin juga menjadi bagian dari ibadah itu sendiri.(Wendy)

Leave a Reply