Karnaval pelajar kobarkan semangat Kartini  

Peringatan Hari Kartini di SD Negeri Baktijaya 1, Depok, Jawa Barat, berlangsung meriah melalui karnaval pelajar yang menempuh sejumlah ruas lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan semangat Kartini melalui kreativitas, kekompakan, dan keberanian tampil di ruang publik.

Depok, Jabar (Rumah Simbah)-Peringatan Hari Kartini 2026 di SD Negeri Baktijaya 1, Depok, Jawa Barat, diwarnai kegiatan karnaval pelajar yang berlangsung meriah pada Rabu (22/4). Mengusung tema “Gempita Suara Kartini Muda: Kompak Beraksi, Hebat Berprestasi!”, kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dalam rangkaian acara yang edukatif dan kreatif.

Sejak pagi, halaman sekolah dipenuhi siswa yang mengenakan beragam busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan lagu “Ibu Kita Kartini” yang menambah suasana khidmat sekaligus membangkitkan semangat peringatan.

Kepala sekolah Mintarsih, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini untuk mengenang peran besar RA Kartini dalam memajukan kaum wanita khususnya dan pendidikan pada umumnya.

Usai pembukaan, para peserta mengikuti karnaval dengan rute yang telah ditentukan panitia. Pawai dimulai dari Jalan Gama Setia Barat 5, kemudian bergerak menuju Lapangan Biru, melintasi area Masjid Nurul Amal, dan berlanjut ke Lapangan Baktijaya, sebelum akhirnya kembali ke sekolah sebagai titik akhir.

Sepanjang perjalanan, peserta menampilkan yel-yel dan berbagai ekspresi kreatif yang menarik perhatian warga sekitar. Kehadiran masyarakat yang turut menyaksikan semakin menambah semarak suasana karnaval.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga media pembelajaran bagi siswa untuk melatih kekompakan, keberanian tampil, serta menghargai keberagaman budaya. Selama karnaval, peserta singgah di tiga pos untuk mengikuti lomba yel-yel, tebak busana adat dan menyusun puzzle wajah pahlawan.

Melalui kegiatan ini, semangat Kartini tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan dalam langkah dan ekspresi generasi muda.(Rieka)

Bersambung…

Leave a Reply