Perjalanan ke Ji’ranah melintasi Mina

Perjalanan jamaah menuju Masjid Ji’ranah tidak hanya menjadi bagian dari persiapan umrah sunnah, tetapi juga menghadirkan pemandangan khas Tanah Suci. Dalam perjalanan dari Makkah, jamaah melintasi kawasan Mina yang beberapa hari sebelumnya dipadati jutaan orang saat puncak ibadah haji, namun kini tampak lengang dengan hamparan tenda putih yang membentang sejauh mata memandang.

Makkah, Saudi Arabia (Rumah Simbah)-Perjalanan menuju Masjid Ji’ranah menjadi salah satu agenda jamaah yang hendak melaksanakan umrah sunnah setelah rangkaian ibadah haji selesai. Dari Kota Makkah, jamaah menempuh perjalanan darat menuju masjid yang dikenal sebagai salah satu lokasi miqat bagi mereka yang akan memulai umrah.

Sepanjang perjalanan, jamaah disuguhi pemandangan khas Tanah Suci. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah kawasan Mina dengan hamparan tenda-tenda putih yang membentang luas.

Pemandangan tersebut menghadirkan kontras yang menarik. Beberapa hari sebelumnya, kawasan Mina menjadi pusat aktivitas jutaan jamaah haji dari berbagai negara yang menjalani rangkaian ibadah pada puncak musim haji. Kini, suasana di kawasan tersebut jauh lebih lengang.

Tenda-tenda yang sebelumnya dipenuhi jamaah tampak berdiri tenang. Hamparan putih yang membentang luas itu seakan menjadi penanda berakhirnya fase puncak ibadah haji sekaligus menunggu kedatangan tamu-tamu Allah pada musim berikutnya.

Perjalanan kemudian berlanjut hingga tiba di Masjid Ji’ranah. Masjid ini memiliki nilai sejarah dalam perjalanan dakwah Islam. Dalam sejumlah riwayat, tempat ini dikenal sebagai lokasi Nabi Muhammad SAW berihram untuk umrah setelah kembali dari Perang Hunain. Di kawasan ini pula Rasulullah SAW membagikan harta rampasan perang kepada kaum Muslimin.

Setelah tiba di masjid, jamaah melaksanakan sholat sunnah dan mengambil miqat sebagai persiapan umrah sunnah. Selanjutnya, rombongan kembali menuju Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah umrah di Masjidil Haram.

Perjalanan menuju Ji’ranah tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga memberikan kesempatan bagi jamaah untuk menyaksikan sisi lain Tanah Suci, termasuk kawasan Mina yang perlahan kembali sunyi setelah menjadi lokasi berkumpulnya jutaan umat Islam dari seluruh dunia.(Nurman)

Leave a Reply