Menikmati panorama Kota Thoif dari ketinggian menjadi salah satu pengalaman yang dirasakan jamaah asal Jawa Timur dalam agenda city tour pasca-haji. Melalui kereta gantung Al Hada, para jamaah diajak melintasi pegunungan dan lembah yang membentang di kawasan dataran tinggi Arab Saudi tersebut.

Tho’if, Saudi Arabia (Rumah Simbah)-Setelah tiba di Kota Thoif, rombongan jamaah asal Jawa Timur melanjutkan perjalanan menuju salah satu ikon wisata yang cukup populer di kawasan tersebut, yakni kereta gantung Al Hada.
Wahana ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama pegunungan Thoif dari sudut pandang berbeda. Satu per satu jamaah memasuki kabin penumpang sebelum memulai perjalanan melintasi kawasan perbukitan Al Hada.
Dengan tarif sekitar 55 riyal atau setara Rp265 ribu per orang, kereta gantung ini menawarkan pengalaman menyusuri lanskap pegunungan yang membentang luas di wilayah dataran tinggi Arab Saudi.
Perlahan kabin bergerak meninggalkan stasiun keberangkatan. Dari balik kaca, pemandangan lembah dan jalan berkelok yang membelah perbukitan tampak jelas di bawah sana. Semakin tinggi kereta bergerak, semakin luas pula panorama yang tersaji di hadapan penumpang.
Bagi para jamaah, perjalanan ini menjadi cara berbeda menikmati keindahan Thoif yang selama ini dikenal sebagai salah satu kota berhawa sejuk di Arab Saudi. Hamparan pegunungan yang membentang sejauh pandangan menjadi suguhan utama sepanjang perjalanan.
Kereta gantung Al Hada memiliki lintasan sekitar 4,5 kilometer dengan waktu tempuh berkisar 15 hingga 20 menit. Tak heran jika wahana ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Thoif.
Setelah puas menikmati panorama dari ketinggian, rombongan jamaah melanjutkan aktivitas di kawasan wisata setempat. Suasana pusat belanja tampak ramai oleh wisatawan yang berburu berbagai cendera mata dan oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Namun perjalanan belum berakhir. Setelah urusan oleh-oleh selesai, agenda berikutnya telah menanti. Para jamaah dijadwalkan menikmati makan siang dengan salah satu hidangan populer Arab Saudi, yakni nasi mandi, yang akan menjadi cerita pada perjalanan selanjutnya.(Nurman)

