Dari sekolah, budaya mengelola sampah tumbuh

Budaya peduli lingkungan dapat tumbuh sejak bangku sekolah. Hal itu terlihat di SDN Baktijaya 1, Kota Depok, saat para siswa memperagakan berbagai praktik pengelolaan sampah di hadapan peserta forum internasional tentang pengelolaan sampah.

Depok, Jabar (Rumah Simbah)-Budaya peduli lingkungan tumbuh melalui kebiasaan yang ditanamkan sejak dini. Semangat itulah yang diperlihatkan SDN Baktijaya 1, Kota Depok, saat menerima kunjungan peserta City-to-City Learning and Innovation Lab: Waste Management Practices yang diselenggarakan United Cities and Local Government Asia Pacific (UCLG ASPAC).

Kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari forum internasional yang mempertemukan berbagai pemerintah daerah untuk saling berbagi pengalaman dalam pengelolaan sampah. Setelah mengikuti diskusi, para peserta diajak melihat langsung praktik yang telah diterapkan di tengah masyarakat.

Suasana penyambutan berlangsung meriah. Tradisi Palang Pintu, alunan angklung, dan Tari Giring-giring menyambut kedatangan rombongan sebelum memasuki area sekolah.

Anak-anak kemudian menjadi pusat perhatian. Mereka memperagakan cara memilah sampah, mengenalkan manfaat bank sampah, menjelaskan proses daur ulang, hingga berbagi pengetahuan mengenai sampah yang memerlukan penanganan khusus. Berbagai pesan lingkungan juga disampaikan melalui lagu dan yel-yel yang dibawakan penuh semangat.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat hadir dalam suasana yang menyenangkan. Para siswa belajar melalui praktik, sekaligus menjadi duta kecil yang mengajak orang lain menjaga kebersihan lingkungan.

Lurah Baktijaya, Rezki Desa, menjelaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya peduli lingkungan. Kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kekuatan untuk menanamkan kebiasaan mengelola sampah sejak usia dini.

Kunjungan ini memperlihatkan bahwa perubahan besar berawal dari langkah-langkah sederhana. Ketika kebiasaan baik tumbuh di sekolah, kepedulian terhadap lingkungan pun ikut berkembang bersama generasi penerus.(Rieka)

Rombongan UCLG ASPAC tiba di SDN Baktijaya 1. (Rumah Simbah/Rieka)
Pertunjukan musik angklung menyambut para tamu. (Rumah Simbah/Rieka)
Tari Giring-giring menyemarakkan suasana. (Rumah Simbah/Rieka)
Para siswa/siswi menjelaskan tentang penanganan sampah berbahaya. (Rumah Simbah/Rieka)

Leave a Reply