Pulau Pari bukan hanya tujuan wisata. Di balik ramainya kunjungan ke pulau seluas 43 hektare ini, ada warga yang menggerakkan berbagai usaha, mulai dari penginapan, kuliner, transportasi, hingga jasa wisata. Pariwisata pun menjadi bagian penting dari cara masyarakat Pulau Pari mencari penghidupan sekaligus merawat ruang hidupnya.
Kepulauan Seribu, Jakarta (Rumah Simbah)-Pulau Pari bukan hanya tempat wisatawan datang menikmati pantai dan laut. Di balik ramainya kunjungan, ada kehidupan ekonomi warga yang terus bergerak.
Pulau seluas sekitar 43 hektare ini dihuni sekitar 1.200 jiwa. Pada akhir pekan, jumlah wisatawan yang datang dapat mencapai sekitar 1.500 orang, bahkan bisa meningkat hingga dua kali lipat ketika memasuki masa libur panjang.
Arus wisatawan tersebut menghidupkan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Warga terlibat dalam penyediaan homestay, kuliner, transportasi, penyewaan sepeda dan perahu, pemanduan wisata, olahraga air, perdagangan, hingga berbagai kebutuhan lain yang menunjang kegiatan wisata.
Bagi sebagian warga, pariwisata menjadi sumber penghidupan. Sebagian lainnya tetap menjalankan pekerjaan sebagai nelayan dan mengandalkan lebih dari satu sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Satu kunjungan wisatawan pun dapat menggerakkan banyak tangan. Ada yang menyiapkan tempat menginap, memasak makanan, mengantar wisatawan, memandu perjalanan, hingga memastikan berbagai fasilitas tetap siap digunakan.
Namun, kehidupan pariwisata juga membawa konsekuensi lain. Alam yang menjadi daya tarik utama harus tetap dijaga.
Pada pagi hari, warga terlihat membersihkan kawasan Pantai Pasir Perawan. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari keseharian masyarakat dalam menjaga lingkungan yang sekaligus menjadi ruang hidup dan sumber penghidupan mereka.
Di Pulau Pari, keindahan alam memiliki nilai yang lebih panjang daripada sekadar pemandangan. Pantai mendatangkan wisatawan, wisatawan menciptakan pekerjaan, dan pekerjaan menopang kehidupan warga.
Karena itu, merawat pulau bukan sekadar menjaga kebersihan. Bagi warga yang menggantungkan hidup dari sana, merawat Pulau Pari berarti merawat pekerjaan, penghasilan, dan masa depan.(Sizuka)






