Bansos, suburkan mental mengemis

Bantuan sosial penting untuk membantu masyarakat yang sedang terpuruk. Namun, kemiskinan memiliki banyak sebab yang tidak semuanya bisa diselesaikan dengan bansos. Pemerintah perlu mengutamakan pemberdayaan melalui akses pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan peluang usaha yang mudah serta terjangkau.

Bogor, Jabar (Rumah Simbah)-Tidak semua orang sakit cocok diberi Panadol. Tanpa pemeriksaan dan diagnosis yang tepat, obat yang sama belum tentu menyelesaikan penyakit yang berbeda.

Begitu pula kemiskinan.

Tidak semua persoalan kemiskinan dapat diselesaikan dengan bantuan sosial (bansos). Kemiskinan bisa berakar dari banyak persoalan: keterbatasan akses pendidikan, sulitnya memperoleh pekerjaan, terbatasnya peluang usaha, hingga beban biaya kesehatan yang membuat keluarga menguras tabungan ketika menghadapi penyakit berat.

Karena itu, penanganan kemiskinan semestinya dimulai dari diagnosis persoalan. Bansos tetap dibutuhkan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat, bencana, musibah, atau situasi yang membuat mereka kehilangan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar.

Namun, ketika bansos dijadikan jawaban rutin bagi seluruh persoalan kemiskinan, bantuan berisiko bergeser dari jaring pengaman menjadi ketergantungan.

Di sinilah tanggung jawab pemerintah seharusnya tidak berhenti pada membagikan bantuan. Pemerintah perlu memastikan masyarakat memiliki akses pendidikan dan layanan kesehatan yang mudah serta terjangkau, sekaligus membuka lapangan kerja dan memperluas peluang masyarakat untuk bekerja dan berusaha.

Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat masyarakat mampu bertahan hidup hari ini, tetapi memiliki kemampuan untuk memperbaiki kehidupannya sendiri.

Sebab yang perlu dijaga bukan hanya kesejahteraan, tetapi juga martabat manusia.

Tangan yang terus-menerus menerima bantuan dapat kehilangan kesempatan untuk belajar berdiri dengan kekuatannya sendiri.

Karena itu, konsen pemerintah semestinya adalah pemberdayaan.

Bansos boleh menjadi pertolongan ketika seseorang jatuh. Tetapi kebijakan negara harus sekaligus menyediakan jalan agar mereka dapat bangkit, bekerja, berusaha, dan tidak selamanya harus menunggu uluran tangan.(Sizuka)

Leave a Reply