Berbagai inovasi pengelolaan sampah yang tumbuh di Kelurahan Baktijaya, Kota Depok, mendapat perhatian peserta forum internasional tentang pengelolaan sampah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra menjadi kekuatan yang membawa praktik baik tersebut dikenal lebih luas.
Depok, Jabar (Rumah Simbah)-Kelurahan Baktijaya, Kota Depok, menjadi salah satu lokasi kunjungan lapangan peserta City-to-City Learning and Innovation Lab: Waste Management Practices yang diselenggarakan United Cities and Local Government Asia Pacific (UCLG ASPAC). Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para peserta forum internasional untuk melihat langsung praktik pengelolaan sampah yang berkembang di tengah masyarakat.
Lurah Baktijaya, Rezki Desa Ismayawati, memaparkan berbagai program lingkungan yang dijalankan bersama warga. Berbagai upaya tersebut turut mengantarkan Kelurahan Baktijaya meraih sejumlah prestasi di tingkat nasional.
Keberhasilan itu tumbuh melalui kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat, kelompok warga, hingga dunia usaha saling mendukung dalam membangun budaya peduli lingkungan. Salah satunya melalui pengumpulan minyak jelantah yang kemudian diolah menjadi bioavtur bersama mitra pengelola.
Rombongan juga mengunjungi Bank Sampah Annisa, yang mengolah tutup botol plastik menjadi produk bernilai guna. Dengan bantuan mesin pencacah, limbah plastik diolah menjadi berbagai produk, mulai dari papan nomor rumah hingga meja dan kursi. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa sampah dapat diubah menjadi sumber daya melalui kreativitas dan kerja sama masyarakat.
Suasana hangat semakin terasa ketika warga menyajikan hidangan berbahan sayuran organik hasil budidaya lingkungan setempat. Jamuan sederhana itu menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap lingkungan telah tumbuh dalam berbagai aspek kehidupan warga.
Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi, mengapresiasi berbagai praktik baik yang dikembangkan masyarakat Baktijaya. Menurutnya, pengalaman tersebut layak dibagikan kepada daerah lain dan memiliki potensi untuk diperkenalkan lebih luas di tingkat internasional.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat berawal dari sebuah kelurahan. Ketika warga, pemerintah, dan berbagai mitra bergerak bersama, pengelolaan sampah berkembang menjadi gerakan yang memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus menginspirasi banyak daerah.(Rieka)




