Pagi di Kota Mekkah dimulai dengan langkah-langkah kecil para jamaah haji yang bersiap menuju Masjidil Haram. Dari sholat Subuh berjamaah di hotel hingga berjalan mendekati Ka’bah, perjalanan itu menjadi bagian dari pengalaman spiritual yang selama ini hanya hadir dalam doa dan kerinduan.

Makkah, Saudi Arabia (Rumah Simbah)-Pagi di Tanah Suci dimulai dengan langkah-langkah yang pelan dan tenang.
Sejumlah jamaah haji terlihat melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid hotel tempat mereka menginap sebelum memulai aktivitas menuju Masjidil Haram. Suasana Kota Mekkah pun perlahan mulai hidup, ditandai dengan lalu lalang kendaraan di jalan raya sejak pagi hari.
Di depan hotel tempat jamaah menginap, para jamaah tampak duduk berjajar sambil menunggu keberangkatan menuju Masjidil Haram. Sebagian berbincang ringan, sebagian lainnya memilih menikmati suasana pagi di kota suci tersebut.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Masjidil Haram. Langkah demi langkah membawa para jamaah semakin dekat ke Ka’bah, bangunan yang selama ini hanya mereka lihat lewat gambar, siaran televisi, atau doa-doa yang dipanjatkan dari tempat yang jauh.
Dalam dokumentasi yang diterima Rumah Simbah, jamaah tampak berjalan memasuki kompleks Masjidil Haram, menyaksikan dinding Ka’bah dari dekat, hingga membaur bersama ribuan jamaah lain di sekitar area thawaf.
Bagi banyak orang, momen melihat Ka’bah secara langsung bukan sekadar pengalaman perjalanan biasa. Ada rasa haru yang sulit dijelaskan ketika tempat yang selama ini hanya hidup dalam bayangan dan kerinduan akhirnya benar-benar berdiri di depan mata.
Di tengah keramaian Masjidil Haram, setiap jamaah datang membawa cerita dan doa masing-masing. Namun langkah mereka pagi itu menuju satu tempat yang sama: “rumah” yang telah lama dirindukan.(Nurman)

