Tahun baru, Kiswah baru

Pergantian Tahun Baru Hijriah di Tanah Suci kembali ditandai dengan prosesi penggantian Kiswah Ka’bah. Hingga dini hari waktu Saudi, puluhan petugas terlibat memasang lembar demi lembar kain penutup Ka’bah yang dibuat dari sutra hitam dengan hiasan kaligrafi bersulam emas dan perak.

Makkah, Saudi Arabia (Rumah Simbah)-Pergantian Tahun Baru Hijriah di Tanah Suci kembali ditandai dengan salah satu tradisi penting di Masjidil Haram, yakni penggantian Kiswah Ka’bah. Prosesi berlangsung hingga dini hari waktu Arab Saudi dengan melibatkan puluhan petugas yang secara bertahap melepas dan memasang lembar demi lembar Kiswah baru.

Dalam video yang diterima dari pewarta Nurman Irawan, tampak para petugas bekerja mengelilingi Ka’bah untuk memasang kain penutup baru, sementara sejumlah jamaah dan pengunjung turut menyaksikan momen tersebut dari sekitar area Masjidil Haram.

Kiswah merupakan kain penutup Ka’bah yang memiliki ciri khas berwarna hitam. Kain ini dibuat menggunakan sutra hitam khusus dengan hiasan kaligrafi ayat-ayat Al Qur’an yang disulam menggunakan benang emas dan perak.

Kiswah tersusun atas puluhan panel kain yang kemudian dirangkai menjadi satu kesatuan untuk menyelimuti Ka’bah. Proses pembuatannya melibatkan tahapan yang panjang, mulai dari penenunan bahan, proses pewarnaan, pembuatan kaligrafi, hingga penyulaman ornamen.

Pembuatan satu Kiswah baru memerlukan biaya sekitar 25 juta riyal Saudi atau lebih dari Rp100 miliar. Biaya tersebut digunakan untuk bahan, proses produksi, serta pengerjaan detail kaligrafi dan sulaman yang menjadi ciri khas Kiswah.

Penggantian Kiswah dilakukan setiap tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, prosesi tersebut dilaksanakan bertepatan dengan awal Tahun Baru Hijriah 1448.

Bagi banyak jamaah, prosesi ini bukan sekadar pergantian kain penutup Ka’bah, tetapi juga menjadi salah satu momen yang menarik perhatian karena berlangsung di tengah suasana pergantian tahun dalam kalender Islam.(Nurman/Rosefa)

Leave a Reply