Martha Tilaar telah berpulang, tetapi jejak pengabdiannya bagi Indonesia tetap hidup melalui karya yang merawat kekayaan tradisi Nusantara, mengembangkan industri kecantikan berbahan alami, dan membuka ruang pemberdayaan perempuan.

Bogor, Jabar (Rumah Simbah)-Kepergian Martha Tilaar pada Rabu (14/10) meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan industri kecantikan Indonesia. Lebih dari seorang pengusaha, ia merupakan sosok yang mendedikasikan karya dan pemikirannya untuk merawat warisan Nusantara, mengembangkan potensi alam, serta membuka ruang pemberdayaan perempuan.
Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937, Martha mengawali perjalanan usahanya dengan membuka salon kecantikan di sebuah garasi kecil di kawasan Menteng, Jakarta, pada 1970. Dari ruang sederhana itu, ia merintis usaha yang kemudian berkembang menjadi Martha Tilaar Group.
Martha memadukan pengetahuan kecantikan tradisional dengan ilmu modern. Kekayaan bahan alami Indonesia, termasuk jamu dan herbal, menjadi bagian penting dari kiprahnya dalam membangun industri kecantikan lokal. Melalui Sariayu, ia turut memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
Pengabdiannya juga tercermin dalam upaya pemberdayaan perempuan dan pengembangan keterampilan. Baginya, perempuan memiliki kesempatan untuk berkarya, membangun kemandirian, dan berkontribusi bagi masyarakat.
Atas jasanya dalam mengembangkan budaya hidup sehat melalui jamu, Martha menerima Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma dari pemerintah pada 2016. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusinya dalam merawat pengetahuan tradisional sebagai bagian dari kekayaan bangsa.
Perjalanan hidup Martha menunjukkan bahwa warisan budaya dapat terus tumbuh ketika dirawat dengan pengetahuan, kreativitas, dan keberanian untuk berinovasi.
Kini, sang perintis telah berpulang. Namun, karya yang dibangun dan nilai yang diperjuangkannya menjadi bagian dari jejak pengabdian yang patut dikenang.
Selamat jalan, Martha Tilaar. Semoga warisan yang telah ditanamkan terus menginspirasi generasi penerus untuk merawat kekayaan Nusantara dan mengolahnya menjadi karya yang bermanfaat bagi Indonesia.(Sizuka)

