Wisata eksplorasi Kota Madinah tidak hanya mengajak jamaah melihat wajah kota modern, tetapi juga menyusuri jejak sejarah yang masih hidup di berbagai sudut kota, mulai dari Masjid Bilal hingga Sumur Ghars.
Madinah, Saudi Arabia (Rumah Simbah)-Madinah menjadi kota yang tidak hanya menyambut jamaah dengan kemegahan Masjid Nabawi dan payung-payung raksasa yang menjadi ciri khasnya. Di balik jalan-jalan yang ramai dilalui kendaraan, kota ini juga menyimpan banyak jejak sejarah yang masih terus dikenang.
Melalui kegiatan wisata eksplorasi kota, rombongan jamaah haji diajak menyusuri berbagai sudut Madinah sambil mendengar kisah yang melekat pada sejumlah lokasi yang dilintasi.
Perjalanan dimulai dengan bus yang melaju menyusuri jalan-jalan Kota Madinah. Di tengah perjalanan, rombongan sempat melintasi Kantor Gubernur Madinah yang berdiri megah sebagai salah satu penanda perkembangan kota.
Bus kemudian melambat ketika melintasi Masjid Bilal. Masjid tersebut mengabadikan nama Bilal bin Rabah, sahabat Rasulullah SAW yang dikenal sebagai muadzin pertama dalam sejarah Islam.
Nama Bilal juga lekat dengan kisah yang sering diceritakan kepada jamaah, yakni tentang langkah atau terompahnya yang dikabarkan pernah terdengar di surga. Kisah itu membuat sosok Bilal terus dikenang hingga sekarang.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Sumur Ghars, salah satu sumur bersejarah di Madinah yang konon airnya beracun namun menjadi tawar setelah diludahi Rasulullah SAW. Dan beliau berpesan, bila wafat ingin dimandikan dengan air sumur tersebut.
Di lokasi itu, jamaah tampak mengabadikan momen dengan berfoto bersama sambil mendengarkan penjelasan pemandu mengenai sejarah sumur tersebut.
Perjalanan hari itu belum berakhir. Setelah kembali ke bus, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan berikutnya, yakni Sumur Salman Al Farisi yang akan menjadi persinggahan selanjutnya dalam rangkaian wisata eksplorasi Kota Madinah.(Nurman)

