Kekecewaan terhadap pemerintahan dapat menguras energi dan harapan. Namun, di tengah kekacauan yang dirasakan, setiap individu tetap memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kualitas hidupnya, menjaga ikhtiar, dan merawat kepercayaan kepada Tuhan.

Bogor, Jabar (Rumah Simbah)-Pemerintahan bikin frustrasi? Sabar, Saudara. Jabatan mereka hanya lima tahunan, sedangkan hidup kita punya perjalanan sendiri.
Kebijakan pemerintah dan situasi politik dapat memengaruhi kehidupan masyarakat. Kekecewaan terhadap penguasa pun menjadi bagian dari dinamika kehidupan bernegara. Namun, kesibukan mengumpat pemerintah jangan sampai menghabiskan energi yang seharusnya bisa digunakan untuk mengurus kehidupan sendiri.
Seburuk apa pun pemerintahan yang tengah berkuasa, setiap individu tetap memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan kualitas hidupnya. Kita perlu bekerja, menjaga kesehatan, merawat keluarga, mengembangkan kemampuan, dan membangun masa depan sesuai dengan kesempatan yang tersedia.
Tentu, tanggung jawab pribadi tidak menghapus tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi kewajibannya kepada masyarakat. Kritik dan tuntutan terhadap kebijakan publik tetap diperlukan. Pada saat yang sama, kita perlu menjaga daya juang agar kekecewaan terhadap keadaan tidak merampas seluruh harapan.
Ketika kepercayaan kepada pemerintah mulai habis, kita masih punya Tuhan untuk diandalkan.
Kisah para relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan yang bersujud syukur ketika hujan turun menghadirkan gambaran tentang harapan di tengah perjuangan. Setelah berbulan-bulan berjibaku memadamkan api, hujan menjadi pertolongan yang mereka nantikan.
Peristiwa itu mengingatkan kita bahwa manusia memiliki keterbatasan. Kita dapat terus berikhtiar, memperjuangkan hal-hal yang bisa diubah, sekaligus belajar berserah atas perkara di luar kuasa kita.
Kita boleh kecewa kepada pemerintah dan marah kepada keadaan. Namun, jangan biarkan kekecewaan memadamkan semangat menjalani kehidupan.
Ketika dunia terasa semakin gaduh, kita masih punya tempat untuk menenangkan hati. Karena Tuhan hadir sedekat jarak kening dengan ujung sajadah.(Sizuka)

