Untung Jawa dalam pandangan pendatang

Kesan pertama tentang sebuah tempat sering kali lahir dari hal-hal seperti: lingkungan yang tertata, aktivitas warga yang hidup, serta ruang publik yang benar-benar digunakan. Kesan itu pula yang muncul ketika pendatang menyambangi Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jakarta, pada pagi hari.

Kepulauan Seribu, Jakarta (Rumah Simbah)-Kesan pertama tentang sebuah tempat sering kali lahir dari apa yang terlihat ketika seseorang baru tiba. Bukan selalu tentang objek wisata, panorama, atau daya tarik yang sengaja dipamerkan, tetapi tentang bagaimana kehidupan sehari-hari berjalan.

Kesan itu terasa ketika pagi menyambut kedatangan di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Aktivitas warga mulai bergerak. Sebagian berangkat menjalankan pekerjaan, pedagang membuka lapak, anak-anak menuju sekolah, sementara warga lainnya mengisi pagi dengan kegiatan bersama.

Ruang publik pun tampak hidup. Taman, fasilitas bermain, ruang baca, kebun gizi, hingga gazebo bukan sekadar bagian dari penataan wilayah. Ruang-ruang tersebut digunakan dan menjadi bagian dari keseharian warga.

Bagi pendatang, terlintas pula sebuah tanya: bagaimana sebuah desa wisata menyiapkan warganya sebagai sumber daya manusia pariwisata?

Karena pariwisata bukan hanya perkara tempat yang menarik untuk dikunjungi. Ada manusia yang menerima tamu, memberikan pelayanan, mengelola usaha, menjaga lingkungan, serta menciptakan pengalaman bagi wisatawan.

Pada bagian ini, tata kelola wilayah bertemu dengan pengembangan sumber daya manusia. Lingkungan yang tertata menyediakan ruang, sementara warga yang dibina dan diberdayakan menjadi bagian penting dari kehidupan pariwisata itu sendiri.

Pagi di Untung Jawa memperlihatkan bahwa sebuah wilayah dapat berbicara tentang dirinya tanpa banyak slogan.

Cukup melalui ruang yang terawat, pelayanan yang berjalan, aktivitas warga yang hidup, dan kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh bersama wilayahnya.

Sebagai wisatawan, kita datang untuk melihat sebuah pulau.

Namun pagi itu, Untung Jawa justru memperlihatkan bagaimana sebuah pulau mengurus kehidupan di dalamnya.(Sizuka)

Para pendatang yang tiba di dermaga Pulau Untung Jawa. (Rumah Simbah/Sizuka)
Apel pagi Pasukan Orange di Taman Arung Samudra. (Rumah Simbah/Sizuka)
Karang Taruna latihan hadroh di RPTRA Amiterdam. (Rumah Simbah/Sizuka)

Leave a Reply