Jabal Uhud menjadi salah satu tujuan city tour yang banyak dikunjungi jamaah haji saat berada di Madinah. Kawasan bersejarah ini menyimpan jejak Perang Uhud, makam para syuhada, serta pesan tentang keteguhan dan kemurnian niat yang terus dikenang hingga kini.
Madinah, Saudi Arabia (Rumah Simbah)-Madinah menjadi kota yang menyimpan banyak jejak sejarah bagi perjalanan umat Islam. Salah satu lokasi yang kerap menjadi tujuan city tour jamaah haji ialah kawasan Jabal Uhud, sebuah gunung yang berdiri di utara Madinah dan lekat dengan kisah besar pada masa awal perjalanan Islam.
Di hadapan kawasan ini, jamaah seperti diajak menengok kembali lembaran sejarah yang telah berlangsung berabad-abad silam. Hamparan batu, lereng gunung, dan kawasan di sekitarnya menghadirkan suasana yang membuat perjalanan terasa lebih dekat dengan jejak masa lalu.
Jabal Uhud dikenal sebagai lokasi terjadinya Perang Uhud pada tahun ketiga Hijriah. Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah Islam. Di kawasan ini pula dimakamkan para syuhada yang gugur dalam peperangan tersebut.
Salah satu sosok yang lekat dengan kisah Uhud ialah Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai Sayyidusy Syuhada atau pemimpin para syuhada.
Bagi banyak jamaah, kunjungan ke kawasan ini bukan sekadar perjalanan menuju lokasi bersejarah. Setiap langkah ziarah juga menjadi ruang untuk mengingat nilai tentang ketaatan, pengorbanan, dan keteguhan dalam menjalani kehidupan.
Di sepanjang kawasan ziarah, papan-papan imbauan juga tampak berdiri dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Pesan-pesan tersebut mengajak jamaah menjaga adab dan kemurnian niat selama berziarah, serta mengingatkan agar harapan dan doa tetap ditujukan kepada Sang Pencipta.
Jabal Uhud terus menjadi pengingat bahwa sejarah menyimpan pelajaran yang dapat melintasi zaman. Tempat ini menghadirkan kisah perjuangan yang masih bergaung hingga hari ini, sekaligus mengajak setiap langkah untuk menumbuhkan keteguhan hingga akhir perjalanan.(Nurman)

