Ribuan warga Blitar ramaikan Pawai Ogoh-ogoh

Bupati Blitar Rijanto melepas keberangkatan Pawai Ogoh-ogoh di Wlingi, Jum’at (28/3). (Rumah Simbah/Tya) 

Menjelang perayaan Nyepi Tahun Saka 1947, umat Hindu di Blitar, Jawa Timur, menggelar Pawai Ogoh-ogoh. Arak-arakan yang berjalan sejauh lima kilometer itu juga disaksikan warga masyarakat muslim setempat, sembari mereka menanti waktu berbuka puasa atau ngabuburit. Jadilah warga antar-agama itu tumpah ruah di jalan. Berikut video keseruannya:

Blitar, Jawa Timur (Rumah Simbah)-Pawai Ogoh-ogoh di Kabupaten Blitar, berlangsung di Wlingi mengambil titik keberangkatan dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Idaman Hati. Setiap Pura membuat 1 kreasi Ogoh-ogoh untuk dikirim ke arena pawai. Total ada sebanyak 51 Ogoh-ogoh dalam berbagai rupa dan ukuran.

Bupati Blitar Rijanto melepas pemberangkatan pawai pada Jumat sore, dengan didampingi Kapolres AKBP Arif Fazlurrahman, Dandim 0808 Blitar Letkol Infantri Hendra Sukmana, Ketua Parisada Hindu Dharma (PHDI) Blitar Priyoko, juga sepasang putra-putri Duta Pemda Kabupaten Blitar.

Dari titik keberangkatan arak-arakan bergerak ke arah barat sampai Bening, kemudian ke selatan, lantas ke timur dan kembali ke titik awal. Rute pawai mengelilingi kota Wlingi, sejauh kurang lebih lima kilometer.

Usai pawai, pada malam hari Ogoh-ogoh diarak keliling kampung yang biasanya dengan ditandu, tapi oleh sebab cuaca hujan ogoh-ogoh dari Pura Eka Dharma Desa Jatisari dinaikkan ke atas mobil.

Karena ogoh-ogoh adalah patung yang menggambarkan sosok jahat, memvisualisasikan sifat-sifat negatif manusia, sehingga akhir dari prosesi ini adalah pembakaran Ogoh-ogoh.(Tya)

Setaip Pura mengirim 1 kreasi Ogoh-ogoh untuk pawai. (Rumah Simbah/Tya)
Warga masyarakat termasuk muslim turut antusias menyaksikan Pawai Ogoh-ogoh. (Rumah Simbah/Tya)
Salah satu Ogoh-ogoh ditandu warga menuju tempat pawai. (Rumah Simbah/Tya)

Leave a Reply