Mengejar Tuhan ke Tanah Suci

Di tengah konflik yang mengguncang Timur Tengah, langkah menuju Tanah Suci tak pernah surut. Jutaan umat tetap datang, membawa doa, harap, dan cerita hidup masing-masing. Namun di balik perjalanan panjang itu, benarkah Tuhan harus dikejar sejauh itu? Selanjutnya, perjalanan spiritual Pewarta Rumah Simbah, Rifaldi, ke Baitullah dapat disaksikan dalam serial “Rihlah Batin”, berikut episode perdana:

Mekkah, Saudi Arabia (Rumah Simbah)-Di tengah konflik yang terus mengguncang kawasan Timur Tengah, langkah menuju Tanah Suci tak pernah berhenti. Jutaan umat dari berbagai penjuru dunia tetap datang, membawa satu tujuan yang sama: mendekat kepada Tuhan.

Perjalanan itu bukan tanpa cerita. Ada yang menabung bertahun-tahun demi bisa berangkat. Ada yang menunda berbagai keinginan lain. Bahkan, tak sedikit yang datang sambil membawa beban hidup yang tak pernah sempat mereka ceritakan kepada siapa pun.

Di sana, mereka menjalani rangkaian ibadah yang sarat makna. Thawaf mengajarkan tentang pentingnya memiliki pusat dalam hidup—sebuah arah yang menjadi tempat kembali. Sementara sa’i menghadirkan pelajaran tentang ikhtiar, tentang bagaimana harapan dan lelah berjalan beriringan dalam setiap langkah manusia.

Pada waktu-waktu tertentu, ada pula yang datang dengan satu tujuan khusus: mengejar satu malam yang dijanjikan lebih baik dari seribu bulan. Sebuah pencarian spiritual yang melampaui batas ruang dan waktu.

Namun di balik semua itu, terselip pertanyaan yang jarang terpikir: apakah Tuhan benar-benar sejauh itu.

Perjalanan ke Tanah Suci adalah pengalaman yang agung dan penuh nilai. Ia bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan batin. Namun, mungkin yang sesungguhnya dicari bukan hanya tempat itu, melainkan kedekatan yang selama ini terasa jauh.

Padahal sejatinya, Tuhan tidak pergi ke mana-mana. Ia hadir dalam setiap denyut kehidupan, sedekat hati yang bersedia untuk kembali.

Barangkali, yang jauh itu bukan Tuhan—melainkan langkah kita sendiri yang sering kali tersesat arah.(Aldi)

Leave a Reply