Jutaan jamaah haji mulai tiba di Arafah untuk menjalani puncak ibadah haji, wukuf. Perjalanan panjang dari Makkah menuju Padang Arafah dipenuhi lantunan talbiyah yang terus menggema dari dalam bus-bus jamaah.
Arafah, Saudi Arabia (Rumah Simbah)-Lantunan “Labbaikallahumma labbaik…” terus menggema dari dalam bus yang membawa jamaah calon haji menuju Arafah. Kalimat talbiyah itu mengiringi perjalanan panjang dari Makkah menuju tempat pelaksanaan wukuf, puncak ibadah haji yang dinanti jutaan umat Islam.
Setibanya di Arafah, hamparan tenda putih tampak membentang luas di tengah padang pasir. Kawasan ini berubah menjadi “kota sementara” yang dipenuhi jutaan jamaah dari berbagai negara.
Bus-bus datang silih berganti menurunkan penumpang. Sebagian jamaah tampak berjalan perlahan menuju tenda masing-masing sambil membawa tas pribadi. Di beberapa sudut, tersedia area terbuka tempat jamaah beristirahat, menikmati kopi, atau sekadar mengobrol sambil melepas lelah setelah perjalanan.
Suasana antrean toilet jamaah putri juga terlihat cukup panjang. Namun para jamaah tampak tetap tertib menunggu giliran di tengah cuaca panas Arafah.
Di tenda Kloter 108 asal Blitar, Jawa Timur, kasur-kasur digelar rapat memenuhi ruangan. Ada jamaah yang langsung berbaring untuk memulihkan tenaga, ada pula yang duduk santai sambil bercengkerama.
Pewarta juga memperlihatkan paket perlengkapan yang diterima masing-masing jamaah. Paket tersebut berisi kebutuhan pribadi sederhana seperti sarung bantal, sprei, sendok makan, saus, hingga perlengkapan pendukung lainnya selama berada di Arafah.
Meski fasilitas di Arafah serba sederhana dan padat, suasana spiritual terasa begitu kuat. Bagi para jamaah, berada di Padang Arafah menjadi momen yang sangat istimewa, karena di tempat inilah jutaan doa dipanjatkan pada puncak ibadah haji.(Nurman)




