Mbah Uti

Mbah Uti

Romantisme nge-teh di Gedhong Patehan

Di dalam kompleks Keraton Yogyakarta, langkah terasa melambat. Di Gedhong Patehan, tradisi menjamu tak sekadar dikenang, tetapi masih dijaga sebagai cara menghormati setiap pertemuan. Berikut adalah video episode ke-2 Menyusuri lorong waktu di Keraton Yogya: Yogyakarta (Rumah Simbah)-Memasuki bagian dalam…

Menyusuri lorong waktu di Keraton Yogya

Di balik gerbang Keraton Yogyakarta, langkah seakan melambat. Perjalanan tak lagi sekadar berpindah tempat, tetapi menyusuri cara hidup yang memilih untuk tidak tergesa. Inilah perjalanan wisata Keraton Yogya episode 1: Yogyakarta (Rumah Simbah)-Menyusuri Keraton Yogyakarta bukan sekadar perjalanan wisata. Di…

Lebaran, antara perayaan dan pemaafan

Lebaran selalu datang dengan dua wajah: perayaan yang riuh dan pemaafan yang hening. Di satu sisi, ia dipenuhi aroma masakan, tawa keluarga, dan rumah yang kembali ramai. Di sisi lain, ada hati yang pelan-pelan belajar melepaskan—meski tidak selalu selesai dalam…

Di antara gemerlap Yogya

Di antara gemerlap lampu wisata Yogyakarta, ada kehidupan yang berjalan lebih sunyi. Di sela langkah wisatawan dan riuh liburan, sebagian orang tetap harus berjuang untuk sekadar memenuhi kebutuhan hari ini. Inilah “Wisata Makna” yang redaksi peroleh dari perjalanan di Yogyakarta:…

Yogya di persimpangan waktu

Yogyakarta terus bertumbuh. Bangunan baru bermunculan, jalan diperlebar, dan aktivitas ekonomi bergerak cepat. Di tengah perubahan itu, kota ini seperti berdiri di sebuah persimpangan: antara yang lama yang masih bertahan, dan yang baru yang terus datang. Yogyakarta (Rumah Simbah)-Perubahan adalah…

Membasuh rindu masa lalu di riuh Malioboro

Kadang orang datang ke Malioboro bukan hanya untuk berjalan atau berbelanja. Ada yang datang membawa rindu pada masa yang terasa lebih pelan. Dan di antara riuh langkah wisatawan, rindu itu kadang dibasuh lewat selembar foto. Cerita utuhnya tertuang dalam video…

Cinta satwa, cinta Sang Pencipta

Sebuah papan pesan di gerbang Kampung Satwa Kedung Banteng, Sleman, Yogyakarta, mengandung ajakan yang tak biasa bagi sebuah destinasi wisata:”Cintai satwa sebagai wujud cintamu pada Sang Pencipta.”. Kalimat itu mengubah cara pengunjung memandang tempat ini. Bukan sekadar wisata melihat hewan,…

Gending: Irama yang menjaga jiwa Jawa

Alunan gending yang dipukul perlahan di pendapa Keraton Yogyakarta bukan sekadar musik tradisi. Di tengah dunia yang bergerak serba cepat, irama gamelan menghadirkan jeda yang menenangkan, seolah mengingatkan bahwa ketenteraman jiwa juga bagian dari warisan budaya. Berikut salah satu episode…

Dua bersaudari, dua doktor, satu hari

Dua bersaudari menjalani sidang promosi doktor pada hari yang sama di Program Doktor Ilmu Komunikasi di Universitas Hasanuddin. Mitha Mayestika Kuen dan Fyan Andinasari Kuen mempertahankan disertasi mereka dalam satu forum akademik yang sama, menghadirkan peristiwa langka ketika dua saudara…

Yogya, budaya yang dihidupi dan dipajang

Di Yogyakarta, budaya tidak hanya disimpan sebagai warisan. Ia dijalani, diperdagangkan, dipentaskan, dan hadir dalam pertemuan-pertemuan kecil sehari-hari. Ulasannya tersaji dalam video berikut: Yogyakarta (Rumah Simbah)-Di Yogyakarta, budaya tidak selalu hadir sebagai sesuatu yang jauh dan sakral. Ia muncul dalam…