Di Pulau Pari Kepulauan Seribu, Jakarta, laut bisa berubah menjadi arena kegembiraan: perahu pisang melaju, tubuh terguncang, teriakan pecah, hingga jetski membelah gelombang dan memacu adrenalin. Setelah riuh itu, snorkeling menawarkan cara lain untuk mengakrabi laut, lebih pelan dan tenang.
Kepulauan Seribu, Jakarta (Rumah Simbah)-Sesekali, laut memang tak perlu dipandangi dari kejauhan.
Di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, laut bisa menjadi tempat untuk melepaskan sejenak urusan daratan. Angin, ombak, dan air berpadu menjadi arena bermain yang menghadirkan tawa sekaligus memacu adrenalin.
Salah satunya melalui perahu pisang.
Sebelum melaju, semuanya tampak biasa saja. Perahu pisang disiapkan, penumpang naik bersama, lalu mesin perahu penarik mulai bergerak. Beberapa saat kemudian, ketenangan berubah menjadi teriakan riang.
Perahu pisang melaju mengikuti tarikan perahu. Tubuh terguncang, air berhamburan, dan ketika akhirnya ada yang terjatuh, tawa justru semakin pecah.
Memang begitu cara menikmati laut, tidak ada yang tenang dan teratur.
Bagi yang menginginkan kecepatan lebih, jetski menawarkan sensasi berbeda. Mesin meraung, ombak dibelah, dan tubuh melaju di atas permukaan air. Untuk beberapa saat, dunia seperti cukup berisi laut, angin, dan adrenalin.
Namun laut Pulau Pari juga punya sisi yang lebih kalem.
Dengan snorkeling, permukaan yang tadi riuh ditinggalkan. Pandangan diarahkan ke bawah, menyaksikan kehidupan di dalam air dengan tempo yang jauh lebih pelan.
Dari perahu pisang hingga snorkeling, laut Pulau Pari menawarkan banyak cara untuk bergembira. Ada saatnya memacu, berteriak, dan tertawa. Ada pula waktunya memperlambat langkah, menyelam lebih dalam, lalu menikmati laut dengan tenang.
Sesekali, kita memang perlu sedikit gila dan sesekali pula perlu kembali tenang. (Sizuka)




