Halaman SD Negeri Bakti Jaya 1 Depok pada Selasa pagi (23/6) berubah menjadi panggung budaya saat berbagai tarian dan pertunjukan seni ditampilkan dalam kegiatan “Jejak Nusantara Warisan Budaya untuk Anak Bangsa”.
Depok, Jabar (Rumah Simbah)-Suasana berbeda tampak di lingkungan sekolah saat kegiatan bertajuk “Jejak Nusantara Warisan Budaya untuk Anak Bangsa” digelar. Halaman sekolah yang sehari-hari menjadi tempat belajar dan bermain, kali ini menjelma menjadi panggung budaya yang dipenuhi beragam pertunjukan seni.
Rangkaian acara diawali dengan suasana khidmat melalui lagu Indonesia Raya, sebelum berbagai penampilan mulai memeriahkan panggung. Tari Topeng menjadi pembuka yang mengawali semangat pertunjukan hari itu.
Beragam kesenian dari berbagai daerah kemudian silih berganti ditampilkan. Tari Apuse menghadirkan nuansa budaya dari wilayah timur Indonesia, sementara Tari Kicir-kicir tampil dengan energi dan kekompakan para peserta yang menghidupkan suasana.
Sorotan penampilan juga hadir melalui Tari Jaipong yang dibawakan Annisa Zahwa. Gerakan yang luwes dan penuh energi berhasil menarik perhatian para penonton yang menyaksikan jalannya acara.
Tak hanya itu, suasana panggung juga semakin meriah dengan hadirnya pertunjukan Lenong Bocah yang mengundang perhatian penonton. Penampilan tersebut menghadirkan suasana ringan sekaligus memperlihatkan kekayaan seni pertunjukan tradisional yang masih diperkenalkan kepada generasi muda.
Menariknya, kemeriahan acara tidak hanya melibatkan para siswa. Para guru turut ambil bagian melalui penampilan Tari Jaranan dan Tari Kreasi Nusantara. Serta penampilan grup vokal yang beranggotakan Komite dan Koordinator Kelas.
Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa upaya mengenalkan budaya tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas. Budaya juga dapat dikenalkan melalui pengalaman langsung, ketika peserta didik melihat, mempelajari, dan merayakannya bersama.
Melalui kegiatan semacam ini, panggung sekolah bukan hanya menjadi tempat pertunjukan berlangsung, tetapi juga ruang kecil tempat keberagaman budaya saling dipertemukan.(Rieka)




