Hujan yang mengguyur Jakarta Timur sejak pagi tak menyurutkan langkah ratusan orang untuk berkumpul di Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Duren Sawit. Akhir pekan kemarin, mereka datang membawa satu rindu yang sama: menyaksikan pagelaran tari Kangen Betawi, sebuah drama musikal persembahan Sanggar Jelita Traditional Centre (JTC).
Duren Sawit, Jaktim (Rumah Simbah)-Langit kelabu dan hujan yang turun sejak pagi hari tak mampu membendung antusiasme masyarakat untuk menghadiri pagelaran tari Kangen Betawi.
Bertempat di Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) Jakarta Timur, Duren Sawit, akhir pekan kemarin, ratusan penonton memadati lokasi pertunjukan sejak pagi hari.
Pagelaran ini dihelat oleh Sanggar Jelita Traditional Centre (JTC) dengan konsep drama musikal yang memadukan berbagai unsur kesenian Betawi. Sejak awal, pertunjukan dirancang bukan sekadar tontonan, melainkan juga ruang perjumpaan lintas generasi dalam merawat tradisi.
Suasana di balik panggung tampak semarak. Para penari sibuk memastikan riasan wajah dan kostum mereka siap tampil, sementara pengaturan panggung kembali dicek secara cermat. Menariknya, di sela-sela persiapan, para penari juga menyempatkan diri menyapa penonton dengan mengedarkan kudapan, menciptakan keakraban bahkan sebelum pertunjukan dimulai.
Sebelum acara resmi dibuka, pewarta Rumah Simbah mewawancarai sutradara dan pelatih tari pagelaran Kangen Betawi. Keduanya menekankan pentingnya seni pertunjukan sebagai media edukasi budaya, terutama bagi generasi muda yang kini hidup di tengah arus modernisasi.
Sejurus kemudian, lampu panggung menyala dan acara dibuka secara resmi. Lagu kebangsaan Indonesia Raya menjadi pembuka, dilanjutkan dengan sambutan dari pendiri Sanggar JTC, Marlistiana, yang didampingi guru tari Yuli Eka Sinartatik.
Pagelaran Kangen Betawi dimainkan oleh seratusan seniman lintas generasi. Cerita yang disajikan melibatkan beragam unsur kesenian, mulai dari tari, vokal, musik, pantun, hingga seni palang pintu. Seluruh rangkaian pertunjukan dirajut untuk menghadirkan kembali adat istiadat Betawi dalam kemasan yang hangat dan mudah diterima penonton.
Di antara penonton, sejumlah wali penari turut menyampaikan pesan kepada para orang tua agar terus mendukung minat dan bakat anak di bidang seni budaya. Menurut mereka, keterlibatan anak dalam seni bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pembentukan karakter dan kecintaan pada budaya sendiri.
Tayangan drama musikal Kangen Betawi secara lengkap akan hadir di episode berikutnya di Rumah Simbah.(Anistasia)




