Yang tersisa dari Cigwa

Liburan di Cigwa tak serta-merta berakhir saat langkah meninggalkan kolam renang. Justru di sisa-sisa perjalanan itulah, kejutan kecil dan cerita hangat bermunculan—seolah kawasan ini masih ingin bercerita sebelum benar-benar ditinggalkan. Videonya dapat disaksikan di bawah ini:

Bogor, Jabar (Rumah Simbah)-Sepulang dari berenang, keseruan di kawasan wisata terpadu Cigwa ternyata belum benar-benar usai. Perjalanan kembali menuju area camping justru menghadirkan sensasi petualangan kecil yang tak direncanakan sejak awal.

Jalur kembali ke area camping menyuguhkan beragam pemandangan: air terjun buatan yang mengalir tenang, jalan setapak di kawasan hutan mini yang terasa sejuk, hingga beberapa vila yang berdiri di lereng atas. Langkah kaki melambat, bukan karena lelah, melainkan karena terlalu banyak hal menarik untuk dilewatkan begitu saja.

Di salah satu sudut hutan mini, sempat berjumpa dengan petugas yang tengah merawat anggrek. Aktivitas sederhana itu memberi kesan bahwa Cigwa bukan sekadar tempat wisata, tetapi ruang yang dirawat dengan perhatian—bahwa keindahan di sini dijaga, bukan muncul begitu saja.

Dari titik ini, area camping kembali terlihat. Ada rasa senang kecil saat menemukan jalan tembus yang sebelumnya tak terpikirkan. Jalur pulang berubah menjadi kejutan, menutup hari dengan perasaan ringan.

Kesibukan mulai terasa ketika tenda dibongkar dan barang-barang dirapikan. Namun danau masih memberi hadiah terakhir. Di tengah suasana persiapan pulang, bebek gowes terus dikayuh dengan penuh semangat. Sementara manusia berpacu dengan waktu, mereka justru tampak menikmati setiap putaran.

Perjalanan keluar kawasan pun belum kehilangan daya tariknya. Berpapasan dengan wisatawan yang tengah mencoba kereta luncur gravitasi membuat langkah sejenak terhenti. Tak lama kemudian, tampak para pemanah berlatih dengan fokus, disusul pemandangan bocah kecil yang belajar menunggang kuda dengan langkah pelan. Adegan-adegan sederhana, namun membekas.

Sebagai kawasan wisata terpadu, Cigwa menawarkan banyak pengalaman yang layak direkomendasikan sebagai tujuan wisata keluarga. Meski demikian, ada satu catatan kecil yang terasa mengganjal: harga segelas teh tawar yang disamakan dengan susu jahe, padahal komposisi dan harga bahan pembuatnya jelas berbeda. Catatan kecil, semoga bisa menjadi bahan evaluasi ke depan.

Sampai di sini serial Dolan di kawasan wisata Cigwa, di Megamendung kawasan wisata Puncak, Bogor.

Bagi yang memiliki video keseruan liburan, silakan kirim ke redaksi Rumah Simbah untuk diolah menjadi cerita perjalanan yang menarik.

Sampai jumpa di kisah Dolan selanjutnya.(Sizuka)

Leave a Reply