Ada perjalanan yang tujuannya membawa pulang barang. Ada pula perjalanan yang justru membeli pengalaman. Seperti perjalanan ke Singapura ini, dari bandara, jalan-jalan, makan, menikmati kota, hingga menonton konser The Weeknd di National Stadium. Yang masuk koper mungkin sedikit, tetapi ceritanya bisa dibawa pulang lebih lama.

Singapura (Rumah Simbah)-Ada perjalanan yang tujuan utamanya bukan membawa pulang barang. Yang dibeli justru pengalaman.
Itulah yang tergambar dari perjalanan Pewarta Rumah Simbah ke Singapura. Berangkat dari Bali, menikmati suasana kota, berjalan-jalan, berolahraga, mencicipi makanan, lalu menyaksikan konser The Weeknd.
Pada 2 dan 3 Oktober 2026, penyanyi asal Kanada itu tampil di National Stadium, Singapura, dalam rangkaian After Hours Til Dawn Tour. Tur yang dimulai pada 2022 itu membawa pertunjukan berskala stadion ke berbagai negara, dengan Singapura menjadi salah satu persinggahan dalam rangkaian Asia.
Namun, dari perjalanan tersebut, konser hanya menjadi sebagian kecil cerita.
Ada bandara. Ada jalan yang ditempuh. Ada taman. Ada pusat belanja. Ada tempat makan. Ada olahraga. Bahkan ada langkah kaki yang direkam dalam perjalanan berdua.
Semuanya menjadi pengalaman.
Manusia memang semakin sering membeli sesuatu yang bentuknya sulit disimpan. Tiket pesawat habis dalam perjalanan. Makanan selesai disantap. Tiket konser hanya berlaku untuk satu pertunjukan.
Yang tersisa adalah cerita.
Di titik ini, perjalanan ke Singapura membawa kita pada pertanyaan lain.
Indonesia punya begitu banyak seniman, musisi, penari, pekerja seni, serta kekayaan budaya. Karya-karya itu memiliki potensi menjadi alasan orang melakukan perjalanan.
Tantangannya adalah menciptakan pengalaman yang membuat orang rela datang, menikmati pertunjukan, lalu pulang membawa cerita.
Karena ketika sebuah karya mampu membuat orang melakukan perjalanan untuk menikmatinya, di situlah seni menemukan nilai yang lebih panjang daripada sekadar pertunjukan.
Karya menjadi pengalaman. Dan pengalaman menjadi kenangan. (Vic)

