Melontar Jumrah, melawan diri sendiri

Jutaan jamaah haji kembali memadati kawasan Jamarat di Mina untuk menjalani lempar jumrah pada Hari Tasyrik pertama. Di tengah perjalanan panjang dan padatnya lautan manusia, ritual lempar kerikil itu menyimpan makna spiritual tentang melawan godaan dan hawa nafsu.

Mina, Saudi Arabia (Rumah Simbah)-Lautan manusia kembali memenuhi kawasan Mina, Saudi Arabia, pada Hari Tasyrik pertama. Ribuan jamaah haji berjalan menuju Jamarat untuk menjalani prosesi lempar jumrah Aqabah sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.

Sejak malam hari, arus jamaah sudah tampak bergerak dari kawasan tenda menuju lokasi Jamarat. Sebagian jamaah harus menempuh perjalanan cukup jauh dengan berjalan kaki di tengah padatnya arus manusia.

Di sepanjang perjalanan, lantunan talbiyah terus terdengar menggema dari para jamaah.

“Labbaikallahumma labbaik…”

Suara itu menyatu dengan langkah panjang jamaah yang terus bergerak menuju lokasi lempar jumrah.

Di tangan para jamaah, tergenggam butiran kerikil kecil yang sebelumnya dikumpulkan saat berada di Muzdalifah. Kerikil-kerikil itu kemudian dilemparkan ke arah pilar jumrah dalam prosesi yang sarat makna simbolik.

Lempar jumrah bukan sekadar ritual melempar batu. Prosesi ini melambangkan perlawanan terhadap godaan dan hawa nafsu, sebagaimana kisah Nabi Ibrahim AS yang menolak godaan setan saat menjalankan perintah Allah SWT untuk menyembelih putranya Ismail AS.

Meski kawasan Jamarat dipenuhi jutaan manusia, suasana ibadah tetap berlangsung tertib dengan pengaturan jalur yang ketat. Pemerintah Saudi juga terus melakukan pengelolaan kawasan Jamarat untuk mengurangi risiko kepadatan jamaah.

Cuaca panas di kawasan Mina turut menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah. Pada siang hari, suhu di kawasan ini dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius sehingga jamaah diimbau menjaga stamina dan asupan cairan selama menjalani ibadah.

Di tengah langkah panjang dan rasa lelah, para jamaah tetap melanjutkan perjalanan spiritual mereka dengan harapan dapat kembali pulang sebagai haji yang mabrur.(Nurman)

Hari kedua jamaah haji berangkat ke Jamarat untuk melontar Jumrah. (Rumah Simbah/Nurman)
Hamparan pemandangan kota Mina yang indah. (Rumah Simbah/Nurman)
Melontar Jumrah, melawan diri sendiri. (Rumah Simbah/Nurman)

Leave a Reply