Keriuhan di balik panggung Konser Kangen Betawi

Intip keriuhan di balik panggung Konser Kangen Betawi: proses make up penari, kisah cinta anak-anak pada dunia tari, peran pelatih dan orang tua, hingga detik-detik menunggu giliran naik panggung. Berikut videonya:

Duren Sawit, Jaktim (Rumah Simbah)-Gemerlap panggung Konser Kangen Betawi seringkali mencuri perhatian. Namun, sebelum sorot lampu menyala dan musik mengalun, ada dunia lain yang juga bekerja dalam riuh—di balik panggung.

Ruang make up menjadi salah satu titik paling hidup. Para penari dan perias berdesakan dalam kesibukan yang teratur. Sapuan bedak, rias mata, penataan rambut, hingga pemakaian kostum dilakukan bergantian. Wajah-wajah anak yang semula polos perlahan berubah, siap menjelma penari yang akan tampil penuh percaya diri.

Menariknya, tak semua penari bergantung sepenuhnya pada perias. Beberapa anak sudah terbiasa merias diri sendiri. Sambil bercermin, mereka berbagi cerita secara eksklusif kepada pewarta Rumah Simbah—tentang awal mula jatuh cinta pada dunia tari, tentang latihan yang melelahkan, juga tentang kebahagiaan bisa berdiri di panggung bersama teman-teman.

Setelah proses rias usai, puluhan anak berderet rapi. Make up dan kostum lengkap, wajah-wajah cantik dengan sorot mata yang menyimpan semangat. Di momen ini, panggung terasa semakin dekat, sekaligus semakin menegangkan.

Di sudut lain, kesibukan tak kalah terasa. Bagian konsumsi menyiapkan logistik dengan sigap. Peran yang sering luput dari sorotan, namun krusial—karena tubuh yang lelah juga perlu dijaga agar tetap bertenaga.

Seorang guru tari dari Sanggar Jelita, Yuli Eka Sinartatik, menyampaikan harapannya dengan nada sederhana namun dalam. Ia berharap para orang tua terus mendukung bakat dan potensi anak-anak mereka. Menurutnya, dukungan keluarga adalah fondasi penting agar anak berani bermimpi dan bertahan dalam proses panjang belajar seni.

Menjelang tampil, puluhan penari duduk berjajar di lorong menuju panggung. Dari lorong itulah, mereka akan melangkah menuju sorot lampu—membawa cerita, latihan, dan cinta mereka pada Betawi.(Anistasia)

Para penari yang sudah pintar dandan sendiri. (Rumah Simbah/Anistasia)
Cantik dan riang sebelum naik panggung. (Rumah Simbah/Anistasia)
Mereka yang gembira jelang naik panggung. (Rumah Simbah/Anistasia)

Leave a Reply